Bagaimana sih cara ampuh sukses toilet training?? Sebenarnya sebagai orangtua kita perlu memotivasi anak agar sukses toilet training. Foto diatas merupakan salah satu cara memotivasi toilet training anak. disamping memotivasi toilet training anak kita sebagai orangtua juga perlu memberikan pengetauan tentang toilet training itu kepada anak, tentunya dengan bahasa anak anak ya,,. Misalnya proses pencernaan hingga perlu dikeluarkan atau pup/bab. prosedur bersih-bersih habis ke toilet atau cebok bahasa kerennya sampai cuci tangan dan pakai celana sendiri. Ini perlu dilakukan berulang-ulang, dimanapun dan kapanpun,,(maksudnya pengetahuan hal itu,, ya,,). Disini saya ajukan pohon prestasi sebagai pengembangan dari sistem stiker sebagai bentuk reward anak.
Ini adalah salah satu cara memotivasi anak agar sukses toilet training. cara ini lebih mudah, murah dan lebih komunikatif. Kemandirian anak benar-benar akan muncul disini, ia akan lebih semangat dalam mengembangkan kemandirian dalam hal BAB dan BAK di kamar mandi. Disini akan tumbuh kembang motivasi anak dalam sukses toilet training.
Pohon ini mulanya di gambar batang dan ranting saja, bila anak berhasil ke toilet maka gambarlah daunnya satu. Semakin banyak ia berhasil maka daun-daun yang digambar akan semakin banyak sehingga terbentuk pohon yang lengakap.
Libatkan anak saat pembuatan pohon dan menggambarkan daun. Anak akan melihat bagaimana perkembangan pohonnya dengan kemandirian BAB dan BAK nya, semakin mandiri ia maka pohonnya akan semakin berkembang. Mereka tidak menyadari bahwa yang sebenarnya yang berkembang adalah kemampuan toilet mereka.
Terkadang toilet training perlu diulang kembali, terutama bagi yang membutuhkan dan sedang pemulihan pasca trauma. Seperti anak yang sedang trauma. apapun bentuk trauma baik akibat kekerasan, kekerasan seksual, trauma BAB keras, trauma akibat bully, trauma pengabaian, dan trauma lainnya yang menyebabkan BAB dan BAK tidak di kamar mandi. Anak saya habis sunat juga sedikit trauma, takut kena air karena khawatir tambah sakit. Namun dengan komunikasi yang baik dan pendampingan yang sabar ia lebih berani. Jempol deh buat anakku yang usianya 5th saat sunat
Bersiaplah, anak akan lebih komunikatif
Jangan kaget bila anak anda, akan lebih sering mengingatkan anda untuk menggambar daun. Terkadang yang cepat bosan itu orang tuanya :D ( cuma daun aja yang d gambar). Bersiap pula bila mereka dengan jujurnya menggambar sendiri daun itu. Bila mereka berbohong, tegurlah si anak dan hapus daun itu bersama dengan tipex berkomitmenlah dan berjanji kalau semuanya ada aturan mainnya. Mana yang boleh mana yang tidak
Pohon prestasi ini saya kembangkan dari sistem stiker dalam pemberian reward dalam toilet training, seperti pada postingan saya sebelumnya. Ide ini muncul karena stiker saya habis dan terpikirlah daun-daun yang ada di pohon. Waktu itu stiker saya habis, lalu saya gunakan apa saja yang ada diwarung, gunting dan tempel ,, ^o^. Tapi kok jadi berantakan ya,, lalu tadaa,,, POHON. Foto yang sebelah kanan merupakan pohon prestasi yang dikembangkan dari stiker prestasi seperti tampak pada foto sebelah kiri
Cara penggunaannya:
Jelaskan dulu aturan mainnya, beri dia tema, Misal: " Ade pipis ee di kamar mandi"
"jika ade melakukannya, mama akan gambar daun satu".
"kalau pohonnya sudah penuh daun akan ada kejutan,ok"
Tulis nama anak anda di pohon prestasi tersebut. Bila dia kritis, biasanya mereka akan meminta di gambarkan buah atau bunga. Sempat kami punya stiker lucu, daunpun kami ganti dengan stiker, tentu saja dengan kesepakatan si anak. Konsisten akan janji anda untuk memberi kejutan. Tidak usah yang mahal, satu es krim padelpop juga mereka sudah seneng banget.
Beri perjanjian siapa saja yang boleh menggambar daun tsb. Terangkan pula tata caranhya kepada anggota keluarga lain yang terlibat dalam proses pohon ini, misal kepada ayahnya, nenek, pengasuh.
Kejujuran akan muncul dalam proses ini, bila anak pernah berbohong akan pembuatan daun, konfirmasi lah pada anak dan katakan peraturannya yang sebelumnya pernah dibicarakan.
Beri tanda akan kemajuan yang didapat, misal celana masih terkena ee atau pipis, namun si kecil menyempurnakanna ke kamar mandi, beri gambar satu daun, beri warna yang berbeda untuk masing-masing kasus. Misal ee, pipis, pipis tuntas di kamar mandi, lalu pipis separuh dimamar mandi, Nantinya terlihat kemajuan si kecil dalam bentuk gambaran pohon dengan warna daun yang berbeda..
Pohon Prestasi ini telah saya gunakan, dan menjadi berkembang, karena tidsak hanya untuk toliet training saja tapi juga unutk keterampilan kemandirian lainnya, seperti Membawa tas sendiri, membaca buku.
Bersiaplah dengan kemajuan keterampilan lainnya
Jangan kaget dengan semangat perubahan sikap dari anak anda, sungguh luar biasa. hanya dengan daun-daun saja sangat memotivasi, jadi tidak perlu panjang lebar berbicara.
Pohon prestasi anak saya sangat tumbuh berkembang, anak saya lebih kritis ia meminta juga dibuatkan buah (jadi tidak hanya daun), juga ia beri warna biru pada batang, diartikannya bahwa pohonnya juga minum air dan naik keatas. Alhamdulillah,, dengan segala kemajuan yang dicapai dengan anakku.
sampai kapan ini di gunakan?
sampai bisa tentunya
Tampilkan postingan dengan label toilet training. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label toilet training. Tampilkan semua postingan
Selasa, 24 November 2015
Kamis, 01 Oktober 2015
Toilet Training - Kemunduran Dalam Toilet Training- trauma
Bila si kecil sebelumnya telah pandai untuk BAB dan BAK di toilet, lalu tiba-tiba ia kembali BAB dan BAK di celana artinya si kecil sedsang mengalami kemunduran. Cari tahu dulu nih, apa penyebabnya. apakah dia takut akan kamar mandi, baru masuk sekolah, mau ada adik bayi, trauma atau karena masalah medis. Biasanya insting seorang ibu sangat peka, apalagi bila si kecil memang membutuhkan bantuan ahli seperti dokter spesialis anak, psikolog. Segeralah konsultasikan masalah itu, biasanya dari masalah utama akan beranak pinak tuh,,,
Disamping itu, meskipun telah ditangani oleh dokter atau psikolog, tentu saja kita juga harus membantu anak dalam menghadapi kemunduran toilet training tersebut. Teruslah bersemangat dalam menjalani toilet training, banyak sabar dan berusaha.
Toilet training arti singkatnya yaitu latihan Buang Air Besar (BAB)dan Buang Air Kecil (BAK) di kamar mandi, juga bersih-bersih hingga memakai kembali celananya. Pengertian ini versi saya loh.
Biasanya orang tua zaman sekarang pasti menerapkan toilet training , diantaranya dengan cara:
1. Menggunakan Timing
Setiap 2 jam diajak ke kamar mandi, meskipun anak tidak pipis tetap ada proses bersih-bersih/cebok. Mengajak ke kamar mandi sesudah bangun tidur dan sebelum tidur.
2. Menggunakan potty
bentuknya dipilih yang lucu-lucu agar BAB atau BAK menyenangkan tidak membuat mereka takut.
Bila ada kemunduran toilet training
Biasanya sih dengan rutinitas poin diatas toilet training berhasil, lamanya tergantung masing-masing kesiapan anak. Namun terkadang sudah bisa ke toilet tapi menjadi mundur kembali. Anak BAK dan BAB di celana kembali. Banyak faktor yang menyebabkan ini terjadi. Bisa karena trauma, minta perhatian orang tua, punya adik baru, pernah trauma BAB keras dan berdarah atau karena masalah medis.
Apapun penyebab kemundurannya , kita sebagai orang tua harus dengan sabar menerapkan kembali toilet training di samping menyelesaikan masalah utamanya. Untuk mencari tahu masalah utama nya itu apa, itulah PR orang tua. Diperlukan komunikasi dan hubungan yang bagus dengan anak.
Sampai kapan toilet training yang kedua ini? sampai anak umur berapa?
Saya pun juga pernah bertanya ke psikolog dengan pertanyaan demikian. Untuk kasus anak saya menurutnya sampai anak saya bisa. Kebetulan anak saya saat itu 4th dan sekarang 5 th masih proses.
Apakah caranya sama, pada toilet training yang kedua ini?
Dari pengalaman saya dengan anak pertama saya, caranya sama saja seperti 2 poin diatas. Waktu itu ia mengalami kemunduran karena kedatangan adik. Membutuhkan 1 tahun untuk berhasil.
Untuk pengalaman anak saya yang kedua, kasusnya berat. Masalah utamanya sudah saya temukan dan memerlukan bantuan psikolog. Dari psikolog anakku tetap toilet training dilakukan dengan cara yang biasa dan tetap melakukan hal-hal yang sudah saya lakukan.
Apa saja dilakukan pada toilet training kedua ini
Sudah 1 tahun saya dan anak saya melakukan toilet training, dan sekarang perkembangannya lumayan baik, meskipun terkadang masih kepipisan dan ke ee dicelana. Yang kami lakukan yaitu:
1. Memakai 2 poin diatas, namun timing waktu bukan 2 jam sekali tapi saya perlama (karena anakku sudh agak besar )hingga kami tahu jam berapa dia pipisnya. Saat-saat itu kami ajak dia ke toilet.
2. Selalu memotivasi anak kapanpun, tentunya saat dia sedang santai ya.
Gunakan kalimat yang singkat dan jelas. Misal: " ade, klo pipis di kamar man..." ( dii.. jawab kami bareng)
"Ade, klo mau pipis.. 'LARIII.'.kekamar mandi ya.. "( kata LARI pake nada yang semangat dan mengaijak seperti iklan film padelpop kedua klo gak salah)
3. Sabar dan jangan marah, bila anak pipis atau ee di celana
Tarik nafas dulu, (pake nafas perut ya,,kata psikolog anakku itu untuk ????sory lupa pokoknya biar turun emosilah) bilang ke anak " ade, pipis ya... ayo ke kamar mandi, kita cebok". Ini peting biar dia kenal pipis dan ee . Kalau tahap ini terlewati, anak akan lapor diri saat pipis atau ee meskipun masih di celana. Ini kemajuan juga artinya dia tau apa yang terjadi. Ingat ya,,, ini juga latihan kesabaran orang tua loh. Tahap berikutnya anak akan lapor diri saat akan pipis atau ee. Ini artinya berhasil toilet trainingnya
4. Menceritakan proses pencernaan/dongeng pencernaan (terjadinya BAB dan BAK)
Kebetulan kami punya buku ensiklopedi anak, dan ada gambarnya. Kami belajar proses itu namun tentunya dengan bahasa anak-anak biasa dikatakan Dongeng Pencernaan ( saya akan up lod ke youtube). Ketika belum punya buku itu saya menggunakan brosur minuman fermentasi Y****t. Di situ kan ada gambar usus, nah saya dongeng deh. Waktu itu saya minta di mbak keliling atau si lady ******.
5. Saat latihan BAB, waktu dia di kloset ceritakan dongeng pencernaan tadi.
Gunanya, memberi waktu si ee/feses mencari jalan keluar dan merangsang anak mengejan. Proses mengulur waktu ini tidak membaut anak takut, malah menyenangkan karena ada orang tua yang menemani.
6. Buatlah kamar mandi nyaman dan menyenangkan
Misal catnya warna terang, menempel stiker wall kartun kesukaan anak, menampilkan pernak-pernik anak seperti sampo, sikat gigi, sabun. Lampu kamar mandi pilih warna putih yang terang.
7. Ajarkan prosedur ke kamar mandi
Dari buka celana, tempat pipis dan ee dimana?, prosdeur bersih-bersih ( baik itu cebok atau menyiram bekas ee dan pipis) sampai pakai kembali celananya.
8. Beri reward bila dia berhasil melakukannya, meskipun cuma pujian.
Misal dia cuci tangan pakai sabun sendiri. " Ade, cuci tnagan pakai sabun ya,, emm wangi.." ( lakukan dengan setulus hati, gunakan nada bicara yang tulus dan penuh bangga) . Nada bicara sangat berperngaruh loh..
Hal-hal itu yang saya sampaikan ketika saya di tanya mengenai toilet training (waktu itu saya tidak detail seperti tulisan ini, to the point saja), dan psikolog anakku mengatakan untuk tetap dilanjutkan. Ada juga sih yang saya pelajari saat kasus toilet training dilimpahkan ke asistennya. Postingan berikut ya,, Dan ada juga sih beberapa prilaku muncul saat penerapan toilet training versi saya diatas,, postingan berikut saya ceritakan dan tindakannya. Tips n Trik toilet training, mohon tunggu di post berikutnya
Warning: Ini sekedar sharing pengalaman untuk lebih baiknya sih konsultasikan kepada ahlinya boleh ke psikolog atau ke dokter anak tergantung kasusnya. Tapi dengar-dengar sih, kalau ke spesialis anak ada beberapa dokter yang menangani jadi satu paket lah. Untuk yang satu ini saya belum pernah.
Langganan:
Postingan (Atom)


